Jumat, 10 Februari 2017

Plocoglottis Lowii dalam dialek Jangkang (Kab. Sanggau Kal-Bar) populer dengan nama Pomopar Doya, sejak zaman nenek moyang sudah dikenal khasiatnya untuk memperlancar peredaran darah.








Saya, Herman Yosef (58 thn) pensiunan PNS, tinggal di kota Sanggau (Kabupaten Sanggau) Prov. Kalimantan Barat. Di hutan-hutan pinggiran kota masih mudah ditemukan tumbuhan ini. Hutan atau semak belukar (lahan tidur) yang minimum 10-15 tahun tidak pernah diolah dengan kondisi lembab, rindang dan agak basah paling disukai oleh tumbuhan ini.
Di tempat asal saya Kecamatan Jangkang, plocoglottis lowii populer dengan nama pomopar doya (pelancar darah) dan biasa dijadikan ramuan obat wanita setelah melahirkan dengan tujuan membersihkan darah kotor.

Di area Kabupaten Sanggau, banyak sekali ditemukan di tempat yang lembab dan sedikit basah, terutama permukaann tanah yang banyak mengandung humus. Yang saya temukan ini di daerah rawa-rawa dengan ciri-ciri: banyak tumbuh nephentes/kantong semar, kayu jonger, kayu sempur dan sedikit berair.